-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Satgas MBG Cianjur Tutup Sementara Tiga Dapur SPPG Usai Dugaan Keracunan, Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Rabu, 28 Januari 2026 | 12.30 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-28T18:26:47Z
Foto: Ilustrasi/ AI


Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cianjur mengambil langkah tegas dengan menutup sementara operasional tiga Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) menyusul adanya laporan dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah warga dan siswa.

Adapun tiga titik yang dihentikan sementara operasionalnya yakni SPPG Cikalongkulon Sukagalih, SPPG Sindangkerta 3 Pagelaran, dan SPPG Gandasari Kadupandak. Penutupan ini dilakukan hingga hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) keluar.

Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Cianjur, Arif Purnawan, mengatakan bahwa saat ini investigasi difokuskan pada pengecekan ulang secara menyeluruh di lapangan, mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga pengepakan makanan.

"Kami tidak bisa berandai-andai. Tim dari Dinas Kesehatan yang memiliki ranah teknis sudah turun untuk mengambil sampel sisa makanan. Jika terbukti ada kelalaian prosedur, pihak pengelola akan diberikan edukasi sebelum diizinkan beroperasi kembali," ujar Arif saat dikonfirmasi, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa sistem pengawasan di setiap dapur MBG sejatinya sudah berlapis, melibatkan kepala dapur, ahli gizi, hingga Koordinator Kecamatan (Korcam). Meski demikian, pemeriksaan menyeluruh tetap dilakukan untuk memastikan titik permasalahan yang menyebabkan munculnya dugaan gangguan kesehatan tersebut.

"Nanti mereka kan setelah diberhentikan mereka diedukasi. Jadi jangan sampai ini akan terulang kembali. Setelah itu mah, dia akan beroperasional lagi," katanya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yuriko Hadi menyampaikan bahwa kondisi kesehatan warga dan siswa yang sempat mengalami gejala gangguan kesehatan saat ini sebagian besar telah berangsur pulih.

"Alhamdulillah yang menderita gejala kesehatan sudah berangsur kembali ke kediaman dari proses perawatan di berbagai instalasi kesehatan," ucapnya.

Kapolres menambahkan, pihak kepolisian telah menjalankan prosedur tetap (protap) dengan melakukan pengambilan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.

"Dan untuk sampel makanan akan diperiksakan untuk kepentingan evaluatif penyajian makanan di masa yang akan datang," ujarnya.

Hal senada disampaikan Camat Cikalongkulon Iyus Yusuf yang menyebut kondisi di wilayahnya saat ini telah kembali kondusif.

"Yang dibawa ke Puskesmas Cijagang dan Cikalongkulon sudah pulih dan kembali pulang ke rumahnya, tinggal yang dirujuk saja," katanya.

Sementara itu, pihak RSUD Sayang Cianjur melaporkan bahwa hingga saat ini masih terdapat lima pasien yang menjalani perawatan lanjutan.

Dalam penjelasan lebih lanjut, Arif Purnawan juga menegaskan bahwa penyebab pasti dugaan keracunan belum dapat disimpulkan sebelum hasil laboratorium keluar.

"Mungkin anak itu mengonsumsi sesuatu sebelum atau sesudah makanan MBG, itu bisa saja. Kalau itu asumsi, jadi kita sama-sama berasumsi sampai dengan nanti keluar hasil lab. Hasil lab yang itu valid," katanya.

Ia menambahkan bahwa seluruh proses penyajian makanan MBG telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, mulai dari kedatangan bahan baku hingga makanan siap didistribusikan.

"Semuanya itu terawasi dan sebelum keluar makanan juga semua itu dicoba. Wajib dicoba oleh ahli gizi dan kepala dapur dan staf. Semua tidak terjadi apa-apa tapi setelah keluar dari dapur kita tidak tahu," ujarnya.

Terkait menu, ia menjelaskan bahwa seluruh sajian MBG disusun oleh ahli gizi dengan perhitungan kadar gizi yang matang serta memperhatikan unsur edukasi dan kearifan lokal.

"Itu menunya diambil dari khazanah menu dari seluruh penjuru dan itu diutamakan ada kearifan lokal. Tapi anak-anak juga dikenalkan dengan masakan-masakan yang mungkin tidak terdapat di tempat mereka gitu, di-edukasi seperti itu," ujarnya.

Pihak kepolisian memastikan proses evaluasi akan terus berjalan dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Satgas MBG Kabupaten Cianjur pun berkomitmen untuk membuka hasil uji laboratorium kepada publik sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab kepada masyarakat.
×
Berita Terbaru Update