![]() |
| Istri Jenderal Hoegeng, Meriyati Roeslani. (Foto: Dok. Detik) |
Meriyati, yang akrab disapa Eyang Meri, merupakan figur inspiratif yang dikenal tak hanya sebagai pendamping setia salah satu tokoh Polri paling legendaris di Indonesia, tetapi juga sebagai sosok yang selalu mencerminkan kehidupan sederhana, penuh keteladanan, dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.
Perjalanan Hidup dan Peran Inspiratif
Meriyati lahir pada 23 Juni 1925 di Yogyakarta pada masa Hindia Belanda. Ia berasal dari keluarga terpandang — putri dari pasangan dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe, serta merupakan keponakan dari advokat pribumi pertama Indonesia, Besar Martokoesomo.
Pada 31 Oktober 1946, Meriyati menikah dengan Hoegeng Iman Santoso, yang kemudian menjadi Kapolri ke-5 Republik Indonesia. Dari pernikahan ini, pasangan tersebut dikaruniai tiga orang anak, yang tumbuh dan menjadi bagian penting dari keluarga besar mereka.
Sebagai istri seorang perwira tinggi Polri, Meriyati dikenal setia mendampingi suaminya dalam berbagai penugasan dinas, dari berbagai daerah hingga pusat pemerintahan. Ia turut menyaksikan langsung pengabdian Hoegeng yang dikenal gigih menegakkan prinsip profesionalisme dan anti-korupsi di tubuh kepolisian.
Keteladanan dan Penghormatan Publik
Sepanjang hidupnya, Meriyati bukan hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga menjadi simbol keteguhan nilai keluarga, kesederhanaan, dan keteladanan moral. Pada ulang tahunnya yang ke-100, pada 23 Juni 2025, acara syukuran digelar di kediamannya di Depok, Jawa Barat, yang dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional — termasuk Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo — sebagai bentuk penghormatan atas peran serta pengabdian hidupnya.
Dalam momen tersebut, juga diluncurkan buku biografi bertajuk Meriyati Hoegeng: 100 Tahun Langkah Setia Pengabdian, hasil karya cucunya yang merekam seluruh perjalanan hidup, cinta, dan nilai-nilai luhur yang mengilhami banyak pihak.
Ketua DPR RI Puan Maharani pernah menyatakan bahwa Meriyati bukan sekadar istri pejabat, tetapi “penjaga nilai-nilai luhur di dalam keluarga” sebuah pengakuan atas ketulusan dan dedikasi hidup yang ia tunjukkan selama puluhan tahun.
Rencana Pemakaman
Menurut keterangan keluarga dan pihak rumah sakit, jenazah almarhumah Meriyati akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka kawasan Pesona Khayangan Estate, Mekarjaya, Depok, Jawa Barat. Selanjutnya, pemakaman rencananya dilaksanakan pada Rabu, 4 Februari 2026, di Taman Pemakaman Giri Tama, Desa Tonjong, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat setelah salat Zuhur.
Warisan Nilai dan Kenangan Abadi
Kepergian Meriyati Roeslani Hoegeng menandai berakhirnya satu babak panjang kehidupan yang sarat dengan teladan, nilai moral tinggi, dan dedikasi terhadap keluarga serta bangsa. Dari masa muda hingga usia senja, ia menjadi sosok yang tak hanya dicintai keluarga, tetapi juga dihormati oleh masyarakat luas, khususnya keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia.
Dalam suasana duka, keluarga dan masyarakat Indonesia diharapkan terus mengenang perjuangan serta inspirasi hidup almarhumah, semoga segala amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
