-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Longsor Terjang Campakamulya Cianjur, 15 Rumah Rusak dan Akses Antar Kecamatan Lumpuh

Rabu, 04 Februari 2026 | 23.12 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-04T16:12:36Z


Bencana tanah longsor menerjang Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Rabu (4/2/2026). Peristiwa ini mengakibatkan 15 rumah warga mengalami kerusakan serta melumpuhkan jalur utama penghubung antar kecamatan akibat tertimbun material tanah.

Menanggapi kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur langsung bergerak cepat dengan melakukan koordinasi lintas instansi. Penanganan difokuskan pada pembukaan kembali jalur utama yang tertutup longsor menggunakan alat berat, mengingat akses tersebut merupakan jalur vital bagi mobilitas warga menuju jalan kabupaten dan provinsi di wilayah selatan Cianjur.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Iwan Karyadi, mengatakan bahwa pembukaan akses jalan menjadi prioritas utama agar wilayah terdampak tidak terisolasi terlalu lama.

"Penanganan cepat dilakukan dengan alat berat, sehingga akses jalan dapat kembali dilalui kendaraan dan warga tidak sampai terisolir, karena jalur yang terputus merupakan akses tercepat menuju jalan kabupaten dan provinsi di wilayah selatan," ujar Iwan di Cianjur, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, longsor terjadi di enam titik berbeda yang tersebar di Desa Campakamulya, Campakawarna, Sukasirna, dan Cibanggala. Dari jumlah tersebut, tiga titik longsor menghantam kawasan permukiman warga, sementara tiga titik lainnya menutup akses transportasi utama.

Kondisi terparah terjadi di Desa Campakawarna. Material longsor menimbun badan jalan dengan ketebalan lebih dari satu meter, sehingga kendaraan sama sekali tidak dapat melintas. Selain kerusakan infrastruktur jalan, longsor juga mengakibatkan kerusakan pada 15 rumah warga serta satu tempat ibadah.

Meski menyebabkan kerusakan fisik yang cukup signifikan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sebanyak 36 jiwa dari 15 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman sambil menunggu proses pembersihan material longsor selesai.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sekitar 15 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 36 jiwa terpaksa mengungsi, karena rumah mereka rusak tertimbun longsor, penanganan cepat dilakukan petugas gabungan TNI/Polri dan relawan," tambah Iwan.

Sementara itu, Camat Campakamulya, Acep Sopiandi, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam. Kondisi tanah yang labil membuat tebing tidak mampu menahan beban air.

Menurut Acep, wilayah Campakamulya memang memiliki tingkat kerawanan longsor yang tinggi, terutama ketika hujan turun lebih dari empat jam dalam satu hari.

"Longsor yang terjadi menyebabkan 15 rumah rusak, tiga titik longsor menutup landasan jalan utama sehingga akses terputus sementara, 36 jiwa mengungsi ke tempat yang dinilai aman, saat ini proses penanganan cepat masih berjalan," jelasnya.

Hingga saat ini, proses penanganan darurat masih terus dilakukan oleh tim gabungan BPBD, TNI, Polri, serta relawan. Warga diimbau tetap waspada mengingat potensi longsor susulan masih mungkin terjadi apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah tersebut.
×
Berita Terbaru Update