-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Cianjur Berikan Pendampingan Menyeluruh bagi Korban TPPO dari NTT

Jumat, 27 Februari 2026 | 08.33 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-27T01:33:28Z
Suasana penjemputan enam warga Cianjur yang menjadi korban TPPO di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT). 


Pemerintah Kabupaten Cianjur memberikan pendampingan menyeluruh hingga kemandirian kepada enam warga yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan dijemput dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, Selasa (27/2/2026), menyampaikan bahwa pihaknya telah bertemu langsung dengan keenam korban dan memastikan kondisi fisik serta psikologis mereka masih terganggu sehingga memerlukan pendampingan secara komprehensif.

"Kami sudah menyiapkan program pemberdayaan ekonomi agar para korban tidak kembali terjerat situasi serupa. Harapan kami melalui program pemberdayaan ekonomi mereka dapat kembali pulih dan hidup mandiri," ujar Bupati.

Pendampingan yang diberikan Pemkab Cianjur mencakup beberapa aspek, antara lain:

  1. Pendampingan psikologis dan trauma healing melalui dinas terkait untuk memulihkan mental korban.
  2. Pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh guna memastikan kondisi fisik mereka.
  3. Pendampingan hukum, terutama bagi korban yang masih memiliki proses hukum yang berjalan.

Kasus TPPO menjadi perhatian serius karena mayoritas korban adalah perempuan yang tergiur dengan janji manis gaji besar, namun tidak memiliki informasi yang jelas. Lemahnya literasi dan informasi membuat mereka mudah menjadi korban.

Dalam upaya pencegahan, Pemkab Cianjur memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan TPPO hingga tingkat desa dan meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum penyalur tenaga kerja atau calo ilegal.

Selain itu, Pemkab juga akan menggencarkan sosialisasi dan edukasi hingga tingkat desa, khususnya terkait lowongan kerja ilegal tanpa prosedur resmi. Hal ini untuk memastikan pencari kerja memiliki informasi resmi dan jelas terkait penempatan kerja di luar daerah maupun luar negeri.

Bupati Wahyu Ferdian menegaskan, "Silakan datang ke dinas terkait agar tidak mudah percaya dengan oknum calo atau jasa tenaga kerja ilegal. Kami akan berupaya memutus rantai TPPO agar tidak ada lagi korban di kemudian hari. Berbagai pelatihan akan diberikan sehingga mereka memiliki penghasilan dari keahlian yang mereka miliki."

Pendekatan menyeluruh ini menunjukkan komitmen Pemkab Cianjur untuk melindungi warganya dari tindak kejahatan perdagangan orang sekaligus memberdayakan mereka agar dapat hidup mandiri dan produktif.
×
Berita Terbaru Update