Cuaca ekstrem di Haurwangi, Cianjur, merusak 120 rumah dan memaksa 17 KK mengungsi. BPBD masih lakukan pendataan dan penanganan di lima desa terdampak
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengungkapkan bahwa selain merusak permukiman warga, cuaca ekstrem juga menyebabkan sedikitnya 11 pohon berukuran besar tumbang. Sebagian besar pohon tersebut sempat menutup akses jalan di beberapa titik.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dampak kerusakan cukup serius. Sebanyak 17 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat karena kondisi rumah mereka tidak lagi layak huni setelah diterjang angin kencang dan hujan deras.
“Kami masih melengkapi pendataan kerusakan akibat cuaca ekstrem yang masih melanda Cianjur selama dua hari terakhir, sejumlah penanganan tuntas dilakukan, salah satunya pohon tumbang di lima desa, dan pembersihan material rumah yang rusak berat,” kata Asep di Cianjur, Senin, 13 April 2026, melansir Antara.
Asep menambahkan, proses penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, PMI, hingga relawan dan aparat kecamatan setempat. Pendataan lanjutan terus dilakukan mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil, terutama pada sore hingga malam hari.
Sementara itu, Camat Haurwangi, Yadi Supriadi, menyebutkan bahwa dampak cuaca ekstrem tersebar di lima desa, yakni Desa Ramasari, Sukatani, Kertasari, Cihea, dan Haurwangi. Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
“Data sementara sekitar 17 kepala keluarga terdiri atas 42 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya, karena rumah mereka rusak berat, dimana kerusakan rumah, termasuk rusak ringan dan sedang sudah kami laporkan ke Pemkab Cianjur melalui BPBD,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa sebagian besar pohon tumbang telah berhasil dievakuasi sehingga akses jalan kembali dapat digunakan oleh masyarakat.
Hingga Senin malam, kondisi cuaca di wilayah Haurwangi dilaporkan masih diwarnai hujan deras dan angin kencang. Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, serta segera mengungsi ke tempat aman apabila melihat tanda-tanda alam yang mengkhawatirkan.
Upaya penanganan dan pemulihan masih terus dilakukan, sementara warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan mulai melakukan perbaikan secara mandiri, khususnya pada bagian atap yang terdampak angin kencang.
.png)
COMMENTS