Dede Susilo gowes solo dari Cianjur ke Prambanan naik sepeda Penny Farthing untuk meriahkan RAKERNAS KOSTI dan IVCA Rally 2026.
Semangat Onthelis Cianjur Menjelajah Jalur Selatan Pulau Jawa
Perjalanan tersebut dilakukan untuk memeriahkan RAKERNAS DPP KOSTI dan menyukseskan IVCA Rally 2026. Sebelumnya, Dede juga pernah melakukan perjalanan jauh dari Cianjur menuju Tulungagung pada tahun 2024.
Dede mengaku, pengalaman perjalanan sebelumnya menjadi motivasi kuat untuk kembali melakukan gowes jarak jauh menggunakan sepeda klasik beroda besar tersebut.
“Termotivasi atas perjalanan saya yang pertama Cianjur–Tulungagung di tahun 2024. Sekarang saya mencoba kembali gowes solo dengan sepeda Penny Farthing dengan tujuan Prambanan,” ujar Dede Susilo.
Menurutnya, Jalur Selatan Pulau Jawa dipilih karena dianggap lebih nyaman dan aman dibanding jalur lainnya.
“Jalur Selatan lebih nyaman karena lalu lintas tidak terlalu padat dan aman. Jalan yang sudah sedikit saya pahami dari pengalaman tahun sebelumnya menjadi bekal kuat buat saya untuk lewat Jalur Selatan,” katanya.
Mengendarai sepeda Penny Farthing untuk perjalanan jauh tentu bukan perkara mudah. Selain bentuk sepeda yang unik dan berbeda dari sepeda biasa, pengendara juga dituntut memiliki kemampuan dan konsentrasi ekstra selama di perjalanan.
“Tantangan utama kondisi lalu lintasnya yang relatif nyaman untuk dilewati, apalagi mengendarai sepeda Penny Farthing jelas lebih sulit ketimbang dengan sepeda onthel biasa,” ungkapnya.
Untuk menghadapi perjalanan panjang tersebut, Dede melakukan berbagai persiapan matang, mulai dari kondisi fisik hingga perlengkapan teknis sepeda.
“Pertama kesiapan fisik yang matang karena jarak tempuhnya sangat jauh dan membutuhkan energi yang prima. Di samping mempersiapkan kondisi sepeda dengan matang, juga mempersiapkan alat-alat dan spare part untuk antisipasi jika terjadi kerusakan atau trouble di jalan dengan membawa alat-alat yang dibutuhkan selama di perjalanan,” jelasnya.
Selama perjalanan, ia mengaku mendapatkan sambutan positif dari masyarakat maupun sesama komunitas onthel yang ditemui di berbagai daerah.
“Tentu sangat positif dan responsif serta mendukung untuk tetap memberi semangat yang luar biasa,” katanya.
Bagi Dede, mengikuti kegiatan nasional seperti RAKERNAS DPP KOSTI dan IVCA Rally bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan ajang mempererat silaturahmi antaronthelis dari berbagai daerah.
“Maknanya sangat dalam. Dengan mengikuti kegiatan tersebut bisa menikmati perjalanan dan pasti akan bertemu dengan sesama onthelis dari berbagai daerah untuk bersilaturahmi dan saling mendukung satu sama lain dalam kegiatan tersebut. Serta bisa memperkenalkan komunitas masing-masing untuk mempererat persahabatan sesama komunitas sepeda penny dan onthel di seluruh Nusantara bahkan dari luar Indonesia,” tuturnya.
Ia juga menegaskan pentingnya solidaritas dalam menjaga eksistensi komunitas sepeda onthel di Indonesia.
“Tentu sangat penting untuk saling mendukung keberadaan komunitas onthel di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dede berharap perjalanan ini mendapat dukungan luas dari masyarakat dan mampu menjadi motivasi bagi komunitas sepeda klasik lainnya.
“Harapan mendapat apresiasi dari seluruh kegiatan ini dan mendapat support positif dari semua pihak agar kegiatan ini dapat memotivasi satu sama lain dan mendapat pengakuan keberadaan komunitas onthel di setiap klub untuk sama-sama mempertahankan keberadaannya,” katanya.
Selain itu, dukungan masyarakat di sepanjang perjalanan juga menjadi energi tersendiri baginya.
“Harapannya mendapat dukungan penuh dari masyarakat, terbukti dengan memberikan bantuan di saat pengendara mengalami kesulitan atau masalah melalui komunitas di kota yang dilalui hingga dapat melanjutkan perjalanan dengan aman sampai tujuan,” tambahnya.
Sementara itu, perkembangan komunitas onthel di Cianjur disebut terus menunjukkan tren positif dengan hadirnya anggota-anggota baru.
“Perkembangannya sangat menggembirakan dengan bertambahnya anggota baru dan selalu mendapat tempat di hati masyarakat,” pungkasnya.


COMMENTS