Duel gladiator pelajar di Cianjur viral. Polisi kantongi identitas siswa dan sekolah, serta akan menindak dan membina seluruh pelaku.
Rekaman tersebut diunggah melalui akun Instagram @Alfsth037allbase dan memperlihatkan beberapa video duel berbeda. Pada unggahan terbaru, terlihat tiga video yang menampilkan para pelajar mengenakan celana abu-abu khas seragam SMA/SMK sedang melakukan duel secara bergantian dengan disaksikan sejumlah rekan mereka.
Video tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet. Masing-masing unggahan telah ditonton sekitar 100 ribu kali dan memunculkan ratusan komentar dari pengguna media sosial yang menyayangkan aksi kekerasan tersebut.
Menindaklanjuti viralnya video itu, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cibeber langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelajar yang terlibat.
Kapolsek Cibeber Kompol Tio mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai aksi duel yang beredar luas di media sosial.
Menurut dia, dari hasil penelusuran awal, diketahui para pelajar yang terlibat berasal dari salah satu SMK di Kecamatan Cibeber dan SMK lainnya di Kecamatan Campaka.
"Identitas sekolah dan siswanya sudah kami kantongi. Segera akan kami panggil pihak sekolah dan amankan seluruh yang terlibat duel pelajar tersebut," kata dia, Sabtu (27/6/2026).
Hasil penyelidikan sementara juga mengungkap lokasi tempat berlangsungnya duel tersebut.
Menurut dia, arena duel berada di kawasan Pasirpogor, Desa Sukamanah, Kecamatan Cibeber, yang dinilai cukup jauh dari permukiman warga.
"Lokasinya di Cibeber. Memang tempatnya masih hutan dan sepi," kata dia.
Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi memastikan kepolisian akan mengambil langkah tegas terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam aksi tersebut.
Ia menegaskan proses penanganan tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pembinaan terhadap para pelajar agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Yang jelas kami akan tindaklanjuti untuk menindak dan membina para pelajar yang melakukan duel," kata dia.
Pihak kepolisian saat ini masih terus mendalami kronologi lengkap, termasuk kemungkinan adanya pihak yang menginisiasi maupun menyebarluaskan kegiatan duel antarpelajar tersebut melalui media sosial. Polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua siswa sebagai bagian dari proses penanganan kasus.
Fenomena duel antarpelajar yang direkam lalu diunggah ke media sosial menjadi perhatian karena dinilai dapat memicu aksi serupa apabila tidak segera ditangani. Aparat mengimbau para pelajar untuk tidak terlibat dalam tindakan kekerasan serta memanfaatkan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

COMMENTS