Polisi mengamankan tujuh remaja terkait duel gladiator pelajar di Cianjur. Enam di antaranya masih berstatus siswa SMA.
Pengamanan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan terhadap sejumlah video duel yang beredar luas di media sosial dan menuai perhatian masyarakat.
Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi mengatakan pihaknya bergerak cepat dengan menelusuri identitas para pelaku setelah video tersebut viral.
"Setelah identitasnya didapat, kami langsung memanggil pihak sekolah dan orangtua. Akhirnya tadi siang kami berhasil mengamankan siswa yang terlibat dalam aksi duel tersebut," kata dia, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Alexander, penyelidikan menemukan bahwa video yang beredar terdiri atas rekaman lama dan rekaman terbaru. Karena itu, polisi turut mengamankan seluruh pihak yang terekam dalam video tersebut.
"Jadi di akun media sosial itu, ada video lama dan video baru. Yang masih berstatus pelajar ada enam orang. Satu lagi alumni, sudah lulus kami juga turut amankan karena ada dalam video tersebut," kata dia.
Polisi Dalami Motif Duel Gladiator Pelajar di Cianjur
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan para pelajar mengaku mengikuti tren yang berkembang di kalangan mereka. Namun, kepolisian masih mendalami latar belakang sebenarnya yang mendorong para remaja tersebut melakukan aksi kekerasan.
"Pengakuannya ikuti tren. Tapi tren apa yang membuat mereka mengikuti aksi kekerasan itu masih kami dalami," kata dia.
Selain penyelidikan terhadap motif, polisi juga membuka kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut. Meski demikian, pendekatan pembinaan tetap menjadi perhatian utama mengingat sebagian besar pelaku masih berstatus anak di bawah umur.
"Kami akan proses, apalagi jika ada unsur pidananya. Tapi fokusnya selain itu juga akan kami utamakan pembinaan," kata dia.
Orang Tua dan Masyarakat Diminta Berperan Aktif
Kapolres menegaskan pencegahan kenakalan remaja tidak dapat hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Ia mengajak orang tua, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda.
"Bukan hanya sekolah, orangtua dan tokoh masyarakat juga harus berperan dalam membina anak. Supaya dapet mewujudkan generasi emas, tidak terjebak dalam tren atau ajakan yang negatif," tuturnya.
Pelaku Mengaku Berawal dari Tantangan di Media Sosial
Salah seorang pelajar yang terlibat mengaku aksi duel tersebut bermula dari tantangan yang diterimanya melalui media sosial dari pelajar sekolah lain.
Ia menyebut tantangan itu terus berlanjut hingga akhirnya kedua pihak sepakat bertemu di sebuah lokasi yang jauh dari permukiman.
"Ditantang terus, sampe siswa dari SMK di Campaka datang ke Cibeber. Jadi akhirnya duel di tengah hutan," tuturnya.
Video Viral Picu Penyelidikan Polisi
Sebelumnya, sejumlah video memperlihatkan aksi duel satu lawan satu antarpelajar beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik. Dalam rekaman tersebut, para pelajar yang mengenakan seragam sekolah tampak melakukan duel disaksikan oleh sejumlah remaja lainnya.
Video tersebut kemudian viral dan mendapat banyak tanggapan dari warganet, sehingga mendorong aparat kepolisian melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku serta mencegah kejadian serupa terulang.
Polres Cianjur mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak, baik di lingkungan pergaulan maupun penggunaan media sosial, guna mencegah keterlibatan dalam tindakan yang berpotensi melanggar hukum maupun membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

COMMENTS