Jangan Sibuk Terlihat Baik, Tapi Jadilah Baik: Sebuah Renungan tentang Keikhlasan di Era Pencitraan

SHARE:

Renungan tentang keikhlasan di era media sosial. Jangan sibuk terlihat baik, tetapi jadilah pribadi yang baik dan tulus karena Allah.



Teras Muda Cianjur – Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu pesat, hampir setiap aktivitas manusia dapat dengan mudah dipublikasikan kepada banyak orang. Mulai dari pekerjaan, pencapaian, gaya hidup, hingga aktivitas sosial dan keagamaan kini sering dibagikan melalui berbagai platform digital.

Fenomena tersebut membawa banyak dampak positif. Informasi dapat tersebar lebih cepat, inspirasi dapat menjangkau lebih banyak orang, dan berbagai gerakan kebaikan bisa memperoleh dukungan yang luas. Namun di balik itu, muncul pula sebuah pertanyaan yang layak direnungkan: apakah kita lebih sibuk menjadi baik, atau justru lebih sibuk terlihat baik?

Dalam khazanah kearifan Sunda terdapat sebuah ungkapan yang sarat makna:

"Nu sok dipintonkeun can tangtu hade, nu hade mah mindeng teu resep dipuji ku sasama."

Artinya:

"Yang sering dipamerkan belum tentu baik, sedangkan orang yang benar-benar baik biasanya tidak suka dipuji manusia."


Ungkapan sederhana ini mengandung pesan mendalam tentang keikhlasan, kerendahan hati, dan pentingnya menjaga niat dalam setiap perbuatan.

Era Pencitraan dan Kebutuhan Akan Pengakuan

Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk dihargai dan diakui keberadaannya. Dalam batas tertentu, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Namun ketika kebutuhan akan pengakuan menjadi tujuan utama, maka seseorang berisiko kehilangan makna dari apa yang dilakukannya.

Saat ini, tidak sedikit orang yang merasa harus menunjukkan setiap kebaikan yang dilakukan. Mulai dari membantu sesama, memberikan sedekah, hingga aktivitas ibadah, semuanya terdorong untuk dipublikasikan. Padahal, esensi sebuah kebaikan bukan terletak pada seberapa banyak orang yang melihatnya, melainkan pada ketulusan niat yang melatarbelakanginya.

Dalam ajaran Islam, niat menjadi salah satu faktor utama yang menentukan nilai sebuah amal. Sebuah perbuatan yang tampak besar di mata manusia bisa kehilangan nilainya apabila dilakukan demi pujian. Sebaliknya, amal sederhana yang dilakukan dengan ikhlas dapat memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah SWT.

Kebaikan yang Tulus Sering Kali Tidak Terlihat

Sejarah kehidupan manusia menunjukkan bahwa banyak kebaikan besar lahir dari orang-orang yang bekerja dalam diam. Mereka tidak mencari sorotan, tidak mengejar popularitas, dan tidak merasa perlu menceritakan setiap kebaikan yang mereka lakukan.

Ada orang tua yang diam-diam berjuang demi pendidikan anak-anaknya. Ada tetangga yang membantu warga lain tanpa meminta imbalan. Ada pula seseorang yang rutin bersedekah tanpa pernah diketahui siapa penerimanya.

Mungkin nama mereka tidak terkenal, tetapi manfaatnya dirasakan banyak orang.

Kebaikan yang tulus memang tidak selalu mendapatkan tepuk tangan. Namun justru di situlah letak kemuliaannya. Ketika seseorang tetap berbuat baik meski tidak ada yang melihat, berarti ia melakukannya karena kesadaran dan keyakinan, bukan karena ingin dipuji.

Bahaya Ketika Pujian Menjadi Tujuan

Pujian dapat menjadi ujian yang berat bagi manusia. Ketika seseorang mulai terbiasa mendapatkan apresiasi atas kebaikannya, tanpa disadari ia bisa menjadi bergantung pada penilaian orang lain.

Akibatnya, semangat berbuat baik tidak lagi didorong oleh keinginan untuk memberi manfaat, melainkan demi mempertahankan citra yang telah dibangun.

Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti rasa kecewa ketika tidak dihargai, keinginan untuk selalu tampil sempurna, hingga kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain.

Padahal, kehidupan bukanlah panggung yang harus selalu menampilkan kesempurnaan. Setiap manusia memiliki kekurangan dan proses pembelajaran masing-masing.

Belajar Ikhlas dalam Kehidupan Sehari-hari

Keikhlasan bukan sesuatu yang muncul secara instan. Ia perlu dilatih dan dipelihara setiap hari. Salah satu cara sederhana untuk melatih keikhlasan adalah dengan membiasakan diri melakukan kebaikan tanpa perlu diketahui orang lain.

Misalnya membantu seseorang tanpa menceritakannya kepada siapa pun, bersedekah secara diam-diam, atau mendoakan orang lain tanpa sepengetahuan mereka.

Semakin seseorang mampu menjaga niatnya, semakin ia terbebas dari ketergantungan terhadap pujian manusia.

Pada akhirnya, penghargaan terbesar bukanlah dari sesama manusia, melainkan dari Allah SWT yang mengetahui setiap niat dan amal perbuatan hamba-Nya.

Menjadi Baik Lebih Penting daripada Terlihat Baik

Di tengah budaya yang sering mengukur seseorang dari apa yang tampak di permukaan, pesan kearifan Sunda ini menjadi pengingat yang sangat relevan.

Tidak semua yang terlihat baik benar-benar baik. Sebaliknya, banyak orang baik yang memilih berjalan dalam kesederhanaan tanpa banyak bicara tentang dirinya.

Karena itu, daripada sibuk membangun citra, lebih baik fokus membangun karakter. Daripada mengejar pujian, lebih baik memperbaiki niat. Dan daripada berusaha terlihat sempurna di mata manusia, lebih baik berusaha menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah SWT.

Sebab pada akhirnya, yang akan menemani manusia bukanlah pujian, popularitas, atau pengakuan dari orang lain, melainkan amal baik yang dilakukan dengan hati yang tulus dan ikhlas.

"Kebaikan yang paling bernilai bukanlah yang paling banyak dilihat manusia, melainkan yang paling tulus dilakukan karena Allah SWT."




Penulis: Redaksi Teras Muda Cianjur
Kategori: Opini Religi, Kearifan Sunda, Motivasi Islami
Tag: Sunda, Religi, Keikhlasan, Muhasabah, Motivasi Hidup, Jumat Berkah, Budaya Sunda, Islam, Nasihat Kehidupan, Teras Muda Cianjur.


COMMENTS

$type=three$tbg=rainbow$count=6$space=0$m=0$sn=0$rm=0$ico=1$cate=0

Nama

Asal Usul,128,Berita Nasional,226,Biografi,49,Bisnis,66,Entertainment,62,Fokus Ramadan,29,Galeri Foto,7,Hidayah,58,Info Cianjur,1132,Info Jabar,164,Jalan Jajan,98,Kesehatan,46,Komunitas,8,Kuliner,28,Motivasi & Inspirasi,83,Ngopi Berita,5,Olah Raga,145,Opini,25,Pangeran Biru,124,Seni Budaya,30,Teknologi,57,Teras Muda TV,65,Urang Sunda,85,
ltr
item
Teras Muda Cianjur: Jangan Sibuk Terlihat Baik, Tapi Jadilah Baik: Sebuah Renungan tentang Keikhlasan di Era Pencitraan
Jangan Sibuk Terlihat Baik, Tapi Jadilah Baik: Sebuah Renungan tentang Keikhlasan di Era Pencitraan
Renungan tentang keikhlasan di era media sosial. Jangan sibuk terlihat baik, tetapi jadilah pribadi yang baik dan tulus karena Allah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1pVzzEE9b3GUMzDVsuoCqSW6PLf1NdPA329TSA4oG9bKFgPbI1kpMsNtDt0X-81izcEUc3YA_dGby3D7DWNTRNkD-lOZLGifznPqKV1AjjoFZsLSwgYCKF1tm1HS4kydzONubYmD8L7an6KcEAbHU3OjCLIWtzZdtGz6l52FQlDgl1ZqIYkLCd0JpqLc/s16000/Website%20TMC%20(6).png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1pVzzEE9b3GUMzDVsuoCqSW6PLf1NdPA329TSA4oG9bKFgPbI1kpMsNtDt0X-81izcEUc3YA_dGby3D7DWNTRNkD-lOZLGifznPqKV1AjjoFZsLSwgYCKF1tm1HS4kydzONubYmD8L7an6KcEAbHU3OjCLIWtzZdtGz6l52FQlDgl1ZqIYkLCd0JpqLc/s72-c/Website%20TMC%20(6).png
Teras Muda Cianjur
https://www.terasmudacianjur.com/2026/06/jangan-sibuk-terlihat-baik-tapi-jadilah.html
https://www.terasmudacianjur.com/
https://www.terasmudacianjur.com/
https://www.terasmudacianjur.com/2026/06/jangan-sibuk-terlihat-baik-tapi-jadilah.html
true
1322746406275443861
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content