Pemkab Cianjur masih menunggu kepastian Sekolah Rakyat. Persiapan SDM telah dilakukan, target program mulai berjalan pada 2027.
Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) terus memantau perkembangan program tersebut sambil melakukan berbagai persiapan agar pelaksanaannya dapat segera direalisasikan ketika seluruh persyaratan telah terpenuhi.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang jelas mengenai tahapan perencanaan maupun pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Cianjur.
"Sampai saat ini belum ada perkembangan yang signifikan, baik dari sisi perencanaan maupun pembangunan fasilitas pendukung program Sekolah Rakyat di Cianjur, kami sangat mengharapkan program tersebut berjalan di tahun 2027," katanya.
Menurut Ruhli, meskipun pembangunan fisik belum dimulai, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Sejumlah persiapan telah dilakukan, mulai dari penyiapan calon peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, hingga penyusunan kurikulum yang nantinya akan digunakan ketika sekolah mulai beroperasi.
Langkah tersebut dilakukan agar proses penyelenggaraan pendidikan dapat langsung berjalan ketika pembangunan fasilitas selesai dan program resmi diluncurkan.
Selain itu, Disdikpora Cianjur juga terus berkoordinasi dengan berbagai perangkat daerah dan instansi terkait untuk memenuhi seluruh kebutuhan pendukung, termasuk penyediaan sarana dan prasarana, pendanaan, serta aspek teknis lainnya.
Lahan yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat berada di wilayah Kecamatan Cilaku. Pemerintah daerah berharap seluruh proses administrasi dan pembangunan dapat segera memperoleh kepastian sehingga program tersebut bisa direalisasikan sesuai rencana.
Ruhli menilai keberadaan Sekolah Rakyat memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Program ini diharapkan mampu membantu menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Cianjur karena peserta didik dapat menempuh pendidikan hingga jenjang SMA tanpa terbebani biaya.
"Kami terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait agar Sekolah Rakyat dapat terwujud sehingga ATS mulai dari utara hingga selatan Cianjur dapat terus ditekan," katanya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Cianjur juga terus menjalankan berbagai program untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan. Salah satunya melalui pendidikan kesetaraan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan setiap warga memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak, baik melalui jalur formal maupun nonformal.
"Kami terus mengoptimalkan pembangunan pendidikan di hingga ke pelosok sesuai dengan regulasi yang berlaku guna mencetak generasi emas di masa depan, serta memastikan angka lama sekolah terus meningkat," katanya.
Pemkab Cianjur berharap program Sekolah Rakyat dapat segera memperoleh kepastian pelaksanaan sehingga mampu memperkuat pemerataan akses pendidikan dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Cianjur pada masa mendatang.

COMMENTS