Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau sampai Cianjur Utara hingga perkotaan Cianjur. Warga diimbau memakai masker saat keluar rumah.
Material berwarna abu-abu tersebut diketahui menempel pada sejumlah bagian rumah, kendaraan bermotor, serta tanaman milik warga. Kondisi itu membuat sebagian warga memilih segera membersihkan abu yang masuk ke lingkungan rumah.
Di Kecamatan Cugenang, warga mulai menyadari adanya abu yang berbeda dari debu biasa pada Minggu pagi. Nabila (22) mengatakan, awalnya ia mengira debu yang menempel di halaman dan kendaraan berasal dari tanah atau jalan yang terbawa angin.
"Dikiranya debu dari halaman atau jalan seperti biasanya. Tapi yang kalinini debunya makin lama makin tebal dalam waktu singkat. Setelah cari tahu, ternyata ini debu vulkanik," ujar Nabila, Minggu (6/9/2026).
Menurut Nabila, abu yang masuk ke teras rumah dan menutupi mobil kemudian langsung dibersihkan. Ia khawatir lapisan abu semakin tebal, termasuk pada bagian atap rumah.
"Langsung saja disapu daripada makin tebal. Tapi terus ada lagi debunya. Khawatir dengan atap, soalnya sudah dibersihkannya," kata dia.
Abu Vulkanik Terpantau di Cianjur Utara hingga Perkotaan
Dampak serupa juga dirasakan warga di kawasan Cipanas dan Puncak. Dede Sandi (40) mengatakan abu vulkanik sudah terlihat di sejumlah bagian di kawasan Cianjur Utara.
"Iya hampir rata, di kami juga sudah terdampak abu vulkanik. Bangunan, kendaraan, sampai tanaman diselimuti abu," kata Dede.
Ia juga menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi tanaman yang tertutup abu. Terlebih, menurut dia, kawasan tersebut sedang menghadapi musim kemarau dan sudah cukup lama tidak turun hujan.
"Apalagi sekarang musim kemarau, sudah lama tidak hujan. Jadi susah bersihkan tanaman dari debu," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Asep Sudrajat mengatakan, pemantauan hingga Minggu siang menunjukkan abu vulkanik telah mencapai wilayah Cianjur Utara, mulai dari kawasan Puncak hingga perkotaan Cianjur.
"Untuk wilayah Cianjur Selatan masih belum ada laporan. Kami sudah terjunkan Tim untuk cek, apakah wilayah selatan juga terdampak," kata Asep.
BPBD Kabupaten Cianjur juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi abu vulkanik masih terjadi.
Asep meminta warga yang memang harus beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker guna mengurangi risiko debu masuk ke saluran pernapasan.
"Lebih baik berdiam diri di rumah. Jika memang harus beraktivitas di luar, kenakan masker untuk mencegah debu masuk ke saluran pernafasan," pungkasnya.

COMMENTS