Waduk Cirata di Cikalongkulon menyusut akibat kemarau. Lahan yang mengering dimanfaatkan warga untuk bertani cabai kering.
CIANJUR – Musim kemarau membuat sebagian kawasan Waduk Cirata di wilayah Maleber, Desa Gudang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, mengalami penyusutan muka air.
Area yang sebelumnya berada di bawah genangan kini tampak menjadi lahan terbuka. Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan warga untuk melakukan aktivitas pertanian di bagian waduk yang mengering.
Seorang warga yang ditemui di lokasi dan mengaku sebagai pengelola kolam mengatakan, kegiatan bertani di area tersebut telah berlangsung sekitar dua bulan, sejak musim kemarau mulai terja
Menurut warga tersebut, lahan yang mengering dimanfaatkan untuk menanam cabai kering. Aktivitas serupa, kata dia, rutin dilakukan setiap kali musim kemarau tiba.
Pemanfaatan lahan tersebut bersifat sementara karena kawasan yang kini dapat digunakan untuk bertani berpotensi kembali terendam ketika permukaan air Waduk Cirata meningkat.
Warga tersebut memperkirakan kondisi air akan kembali normal sekitar bulan 12. Karena itu, waktu panen menjadi salah satu hal yang menentukan apakah hasil pertanian dapat dimanfaatkan atau justru kembali terendam air.
“Untung-untungan. Kalau rezeki, keburu dipanen. Tapi kalau tidak sempat dipanen, ya kerendem,” ujar warga tersebut.
Penyusutan air di kawasan Waduk Cirata terlihat dari munculnya sejumlah bidang lahan yang sebelumnya tertutup genangan. Fenomena tersebut berlangsung dalam kondisi musim kemarau.
Meski demikian, sejauh mana penyusutan muka air serta dampaknya terhadap kondisi Waduk Cirata masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.
Informasi mengenai aktivitas pertanian tersebut merupakan keterangan dari warga yang ditemui di lokasi dan belum menjadi keterangan resmi dari pengelola atau pihak berwenang terkait kondisi Waduk Cirata.


COMMENTS