Kebakaran Gunung Gede Pangrango hari keempat belum padam. Empat titik bara masih dipantau setelah sekitar 10 hektare lahan terbakar.
Kebakaran yang terjadi sejak Jumat (7/8/2026) tersebut diperkirakan telah menghanguskan lahan sekitar 10 hektare. Kondisi di lapangan masih menjadi perhatian karena bara yang tersisa berpotensi kembali memicu kobaran api, terutama ketika cuaca panas dan angin bertiup kencang.
Relawan Gunung Gede Pangrango, Niko Rastagil, mengatakan proses pemadaman dilakukan secara bertahap. Pada hari ketiga, terdapat sekitar 10 titik api yang berhasil ditangani.
Sementara pada hari keempat, masih ditemukan sekitar empat titik yang perlu diperiksa dan dipastikan kondisinya.
"Di hari ketiga kemarin ada 10 titik api. Secara bertahap sudah berhasil dipadamkan. Di hari keempat ini ada sekitar empat titik lagi," kata dia, Senin (10/8/2026).
Menurut Niko, titik yang tersisa tersebut diduga merupakan bara api yang masih mengeluarkan kepulan asap. Namun, kondisi sebenarnya masih harus diperiksa langsung oleh petugas dan relawan di lokasi.
"Makanya kita akan cek ke sana. Apakah tersisa bara atau masih ada api. Meskipun bara, tetap harus segera ditangani. Karena kalau masuk siang dan cuaca terik disertai angin kencang, dikhawatirkan api kembali menyala," kata dia.
Puluhan Personel Dikerahkan
Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur. Selain relawan, personel dari TNI, Polri, pemadam kebakaran, dan BPBD turut membantu proses pemadaman di kawasan Gunung Gede Pangrango.
Niko menyebut sekitar 30 relawan dan personel gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Sebanyak sekitar 20 relawan lainnya juga bergerak menuju lokasi pada Senin pagi.
"Tidak hanya relawan. Dari TNI, Polri, Damkar, dan BPBD juga turut membantu proses pemadaman. Pagi ini juga ada sekitar 20 relawan lagi yang naik ke atas," kata dia.
Proses pemadaman dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan potensi munculnya kembali titik api. Bara yang masih berada di dalam area terbakar menjadi salah satu hal yang harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran baru.
Luas Area Terbakar Capai 10 Hektare
Hingga pengamatan pada hari ketiga, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Jumlah tersebut masih berpotensi berubah karena proses pemadaman dan pemantauan di lapangan masih berlangsung.
"Itu berdasarkan pengamatan hari ketiga, total luasan yang terbakar mencapai sekitar 10 hektar. Dan kemungkinan bertambah, karena masih ada titik bara dan asap hari ini," kata dia.
Dengan masih ditemukannya bara dan asap, petugas perlu memastikan seluruh titik yang terdampak benar-benar dalam kondisi aman dan tidak berpotensi kembali terbakar.
Polres Cianjur Turunkan Personel dan APAR
Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho mengatakan Polres Cianjur bersama Brimob turut diterjunkan untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran di kawasan Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango.
Personel yang diterjunkan juga dibekali alat pemadam api ringan (APAR) untuk membantu proses pemadaman di sejumlah titik.
"Anggota yang dilengkapi APAR sudah terjunkan. Supaya proses pemadaman bisa maksimal," kata dia.
Selain membawa APAR, Polres Cianjur juga menyiapkan peralatan khusus yang dapat digunakan untuk membantu pemadaman secara manual di kawasan gunung.
Menurutnya, peralatan tersebut diharapkan dapat membantu relawan dan petugas menghadapi kondisi medan selama proses pemadaman berlangsung.
"Kami siapkan alat khusus untuk proses pemadaman manual. Dengan alat ini diharapkan para relawan lebih mudah memadamkan api. Karena sebelumnya kami dapat informasi jika pemadaman hanya mengandallan ranting serta kain basah," pungkasnya.
Kebakaran di kawasan Gunung Gede Pangrango tersebut sebelumnya dilaporkan terjadi pada Jumat (7/8/2026). Hingga hari keempat, proses pemadaman dan pendinginan masih dilakukan untuk memastikan titik api maupun bara yang tersisa tidak kembali berkembang menjadi kobaran.

COMMENTS