Mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengajak warga Desa Cieundeur, Cianjur, meningkatkan pengelolaan sampah melalui edukasi dan aksi bersama.
Rangkaian program tersebut berlangsung melalui sejumlah kegiatan, mulai dari edukasi pengelolaan sampah, simulasi pembuatan eco enzyme, kerja bakti bersama warga dan Pemerintah Desa, hingga penyediaan tong sampah di sejumlah lokasi.
Kegiatan edukasi menjadi salah satu langkah awal mahasiswa KKN dalam mengenalkan pentingnya pengelolaan sampah dari lingkungan rumah tangga. Warga diberikan pemahaman mengenai pemilahan sampah sejak dari sumbernya serta dampak kebiasaan mengelola sampah terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.
Tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, mahasiswa KKN juga menggelar simulasi pembuatan eco enzyme. Kegiatan ini memperkenalkan pemanfaatan limbah organik melalui proses fermentasi sehingga dapat diolah menjadi cairan yang memiliki berbagai kegunaan, antara lain sebagai pembersih alami, pupuk cair, maupun pengurai limbah organik.
Program kemudian dilanjutkan dengan aksi langsung di lingkungan desa. Pada 11 Agustus 2026, mahasiswa KKN bersama Pemerintah Desa Cieundeur dan masyarakat melaksanakan kerja bakti di sejumlah titik. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membersihkan lingkungan sekaligus memperkuat budaya gotong royong antara mahasiswa dan warga.
Untuk mendukung kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, mahasiswa KKN turut memfasilitasi penyediaan tong sampah yang ditempatkan di beberapa titik strategis. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pendukung agar upaya menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan selama program KKN berlangsung, tetapi dapat diteruskan oleh masyarakat.
Ketua KKN, Muhammad Kandiaz Andika, mengatakan bahwa rangkaian program lingkungan ini dirancang agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah di masyarakat.
"Kami berharap edukasi, aksi kerja bakti, dan penyediaan tong sampah ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup bersih serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan."
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar edukasi yang diberikan mahasiswa dapat berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi dengan pemerintah desa juga diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan kegiatan setelah masa KKN selesai.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan Kepala Dusun Amud. Ia menilai program yang dilaksanakan mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan perhatian terhadap kebersihan lingkungan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang telah berkontribusi melalui program-program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap semangat menjaga kebersihan lingkungan ini dapat terus dilanjutkan oleh warga setelah kegiatan KKN berakhir," ujar, Amud Kepala Dusun Desa Cieundeur.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang telah berkontribusi melalui program-program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap semangat menjaga kebersihan lingkungan ini dapat terus dilanjutkan oleh warga setelah kegiatan KKN berakhir," ujar, Amud Kepala Dusun Desa Cieundeur.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Edukasi, penyediaan fasilitas, serta kegiatan bersama di lingkungan desa dapat menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan.
Melalui program KKN tersebut, mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama Pemerintah Desa Cieundeur dan masyarakat berupaya menjadikan kepedulian lingkungan sebagai kebiasaan yang dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.





COMMENTS